Umar Khawatir Puluhan Murid Jatuh Ke Air | Liputan 24 Jambi
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Umar Khawatir Puluhan Murid Jatuh Ke Air

Posted by On 1:17 AM

Umar Khawatir Puluhan Murid Jatuh Ke Air

Umar Khawatir Puluhan Murid Jatuh Ke Air

Puluhan siswa di SDN 135 Bungin Petar, Desa Tantan, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi, terpaksa melaksanakan ujian semester dengan

Umar Khawatir Puluhan Murid Jatuh Ke AirTRIBUNJAMBI/ZULKIFLIPuluhan siswa siswi SDN 135 Bungin Petar, di Desa Tan Tan, Kecelamatan Sekernan, Muarojambi, dua hari ini terpaksa harus mengikuti pelaksanaan ujian semester dengan menumpang di rumah warga setempat, Selasa (5/12/2017).

Laporan Wartawan Tribun Jambi Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Puluhan siswa di SDN 135 Bungin Petar, Desa Tantan, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi, terpaksa melaksanakan ujian semester dengan menumpang di rumah warga setemp at.

Hal tersebut dilakukan oleh pihak sekolah, karena kondisi sekolah mereka tak layak untuk digunakan, diakibatkan akses jalan menuju sekolah tersebut terendam banjir.

Umar Alatas, satu di antara guru di sekolah tersebut menyebutkan, pihaknya memindahkan pelaksanaan ujian tersebut di rumah warga karena khawatir siswa mereka jatuh dan tenggelam di air.

"Kindisi airnya juga cukup dalam, selain itu juga berbau dan gatal-gatal, sementara anak-anak masih kecil khawatir kita sampai terjatuh," Kata Umar Kepada TRIBUNJAMBI.COM, selasa (5/12).

Selain itu, Umar juga menyebutkan, sekolah mereka memang tidak tenggelam, namun jalan menuju sekolahnya yang tenggelam.

"Kalau tahun-tahun kemarin, kita buatkan jembatan darurat. Tapi kali ini dak sempat kami nak buatnya. Hari Sabtu airnya belum begitu tinggi, tapi hari Minggu ternyata naiknya sudah sepinggang orang dewasa. Terpaksalah pelaksanaan ujian kami numpang rumah warga, untuk menghindari resik o," jelas Umar Alatas.

Ini merupakan hari kedua proses ujian siswa SDN 135 dilaksanakan di rumah warga. menurut Umar proses ujian tetap berjalan lancar namun dengan fasilitas terbatas.

"Ya begitulah kalau dilaksanakan di rumah, tidak ada meja, anak-anak ada yang selonjoran, sempit-sempitan karena jumlah siswa kami ada 54 orang," ujarnya.

Umar berharap ada bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki jalan atau membuakan jembatan dari jalan umum menuju sekolahnya.

"Kami berharap dibangunkan jembatan menuju di sekolah kami tu, agar setiap banjir tiba proses belajar mengajar tetap bisa dilakukan di sekolah," pungkasnya. (*)

Penulis: Zulkifli Editor: nani Sumber: Tribun Jambi Ikuti kami di Jangan Ng eres Dulu! Kenyataannya 10 Foto Ini tak Seporno yang Kamu Bayangkan, Amati Baik baik! Sumber: Google News | Liputan 24 Sengeti

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »